Selamat Datang Di Kota Pacitan

MY BLOGS

Tampilkan postingan dengan label kabupaten pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten pacitan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2009

kab pacitan

pacitan

Kabupaten pacitan dengan luas wilayah 1.389,87 Km yang kondisi fisik alamnya sebagian besar terdiri dari perbukitan yaitu kurang lebih 85 % berupa gunung-gunung kecil lebih kurang 300 buah menyebar diseluruh wilayah kabupaten, sedang selebihnya menrupakan dataran rendah.

Dari aspek topografi menunjukkan bentang daratannya bervariasi dengang kemiringan sebagai berikut:

1. 0-2 % meliputi : 4,36 dari luas wilayah merupakan tepi pantai.
2. 2-15 % meliputi : 6,60 % dari luas wilayah baik untuk pertanian dan memperhatikan usaha pengawetan tanah dan air.
3. 15-40 % meliputi : 25,87 dari luas wilayah sebaiknya untuk usaha tanaman tahunan.
4. 40 % keatas meliputi : 63,17 % dari luas wilayah merupakan daerah yang harus difungsikan sebagai daerah penyangga tanah dan air serta menjaga keseimbangan ekosistem di kabupaten Pacitan.

pacitanweb.com-klayar beach

Bila ditinjau dari struktur dan jenis tanah terdiri dari Assosiasi Litosol Mediteran Merah, Aluvial kelabu endapan liat, Litosol campuran Tuf dengan Vulkan serta komplek Litosol Kemerahan yang ternyata di dalamnya banyak mengandungn potensi bahan galian mineral.

Pacitan disamping merupakan daerah pegunungan yang terletak pada ujung timur Pegunungan Seribu, juga berada pada bagian selatan Pulau Jawa dengan rentangan sekitar 80 km dan lebar 25 km. Tanah Pegunungan Seribu memiliki ciri khas yang tanahnya didominasi oleh endapan gamping bercampur koral dari kala Milosen ( dimulai sekitar 21.000.000 ? 10.000.000 tahun silam ). Endapan itu kemudian mengalami pengangkatan pada kala Holosen, yaitu lapisan geologi yang paling muda dan paling singkat (sekitar 500.000 tahun silam ? sekarang). Gejala-gejala kehidupan manusia muncul di permukaan bumi pada kala Plestosen, yaitu sekitar 1.000.000 tahun Sebelum Masehi.

Endapan-endapan itu kemudian tererosi oleh sungai maupun perembesan? perembesan air hingga membentuk suatu pemandangan KARST yang meliputi ribuan bukit kecil. Ciri-ciri pegunungan karst ialah berupa bukit-bukit berbentuk kerucut atau setengah bulatan.

Bersamaan dengan kala geologis tersebut, yakni pada zaman kwarter awal telah muncul di muka bumi ini jenis manusia pertama : Homo Sapiens, yang karena kelebihannya dalam menggunakan otak atau akal, secara berangsur-angsur kemudian menguasai alam sebagaimana tampak dari tahap-tahap perkembangan sosial dan kebudayaan yaitu dari hidup mengembara ( nomaden ) sebagai pengumpul makanan, menjadi setengah pengembara / menetap dengan kehidupan berburu, kemudian menetap dengan kehidupan penghasil makanan. Adapun tingkat kebudayaannya yaitu dari zaman batu tua ( Palaeolithicum ), zaman batu madia (messolithicum ), dan zaman batu muda ( neolithicum ).

Letak Geografis


Kabupaten Pacitan terletak di Pantai Selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta merupakan pintu gerbang bagian barat dari Jawa Timur dengan kondisi fisik pegunungan kapur selatan yang membujur dari gunung kidul ke Trenggalek menghadap ke Samudera Indonesia.

Adapun wilayah administrasi terdiri dari dari 12 Kecamatan, 5 kelurahan dan 159 desa, dengan letak geografis berada antara 110º 55’ - 111º 25’ Bujur timur dan 7º 55’ - 8º 17" Lintang Selatan.

Batas-batas administrasi:


- sebelah Timur : Kabupaten Trenggalek
- sebelah Selatan : Samudera Indonesia
- sebelah Barat : Kabupaten Wonogiri ( Jawa Tengah)
- sebelah Utara : Kabupaten Ponorogo

Apabila diukur dari permukaan laut, ketinggian tempat itu dapat dirinci sebagai berikut :

Ketinggian 0 ? 25 m, seluas 37,76 km atau 2,62 % luas wilayah.
Ketinggian 25 ? 100 m, seluas 38 km atau 2,67 % luas wilayah.
Ketinggian 100 ? 500 m, seluas 747,75 km atau 52,68 % luas wilayah.
Ketinggian 500 ? 1000 m, seluas 517,13 km atau 36,43 % luas wilayah.
Ketinggian 1000 m, seluas 79,40 km atau 5,59 % luas wilayah.
Ditinjau dari sudut geografisnya wilayah Kabupaten Pacitan seluas 1.389,87 km2 sebagian besar tanahnya terdiri atas :
Sawah, seluas 130,15 km2.
Sawah Sederhana, seluas 31,43 km2.
Sawah tadah hujan, seluas 65,73 km2.
Tegalan, seluas 973,76 km2.
Pemukiman, seluas 264, 17 km2.
Perkebunan, seluas 2,50 km2.
Hutan, seluas 11,49 km2.
Lain ?lain seluas 41,48 km2.

Kondisi Sarana Prasarana


Dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam arti luas khususnya upaya memacu PAD melalui kegiatan pengembangan potensi dan investasi yang ada di Kabupaten Pacitan. Prasarana transfortasi dan jaringan telekomunikasi mutlak diperlukan untuk kegiatan promosi dan investasi seingga potensi dan produk yang ada dikenal dan mampu bersaing dengan produk lain di pasaran. Sarana dan prasarana tersebut meliputi:

1. Transportasi

Transportasi di sini menyangkut kondisi jalan dan jembatan serta sarana transportasi yang cukup memadai dalam upaya menggerakkan perekonomian di suatu daerah.

Di Kabupaten Pacitan saat ini terdapat tiga jalur utama dari dan ke Pacitan dengan kondisi jalan beraspal dan dapat dilalui dengan berbagai jenis kendaraan; tiga jalur tersebut yaitu Solo-Wonogiri-Pacitan; Ponorogo-Pacitan dan Trenggalek-Pacitan. Sedang untuk jalan-jalan yang menghubungkan antar Kecamatan dan Desa sebagian besar sudah kondisinya beraspal.

Sedang untuk kelancaran sistem transportasi yang efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan ekonomi baik antar kota, dalam/luar Propinsi, antar daerah, antar kecamatan dan desa diperlukan sarana penunjang berupa mobil penumpang umum, mobil barang maupun sarana lain.

Perkembangan jumlah sarana transportasi di Kabupaten Pacitan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir rata-rata setiap tahun jenis kendaraan mengalami kenaikan.

Untuk mobil penumpang umum kenaikan sebesar 14,1%, Bis sebesar 11 %, Mobil barang umum sebesar 10,5 %, Mobil barang bukan umum sebesar 5,2%, Sepeda motor sebesar 13,3 % sedangkan angkutan pedesaan sebesar 285,6 %. **

2. Telekomunikasi

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang mendunia, kebutuhan sarana telekomunikasi mutlak diperlukan dan memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. Telkom merupakan salah satu badan usaha milik negara yang bergerak di bidang penyediaan jasa telekomunikasi nasional senantiasa melakukan pengembangan dan peningkatan dalam hal jangkauan pelayanan dan sistem pelayanan kepada masyarakat.

Pembangunan Sarana Peningkatan Mutu dibeberapa wilayah meliputi Pembangunan Sistim Transmisi Digital Induk (STDI) antara lain:

- STDI di Kecamatan Punung
- STDI di Kecamatan Ngadirajo
- STDI di Kecamatan Pacitan

sedang untuk perluasan jangkauan pelayanan/ komunikasi pedesaan dilakukan Pembangunan Tower Transmisi Radio dibeberapa kecamatan seperti Tegalombo, Bandar, Nawangan, Sudimoro, Ngadirajo, Punung, Jeruk, Bodag.

Untuk sarana umum di setiap wilayah kecamatan dan desa sudah tersedia saran terlepon umum dan Warung Telekomunikasi (Wartel).

Adapun perkembangan jumlah pelanggan mencapai:

- Rural beberapa kecamatan: 156 SST
- Sentral Telepon Otomat yang ada di Pacitan, Lorog dan Punung Sejumlah: 4.593 SST.

3. Listrik

Kebutuhan listrik untuk industri dan masyarakat telah dilayani oleh Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) yang termasuk jaringan Transmisi Jawa dan Bali. Aliran listrik telah menjangkau seluruh desa se Kabupaten Pacitan.

Pada tahun 1999 jumlah pelanggan listrik mencapai 53.868 pelanggan. Mengingat kondisi geografis yang tidak menguntungkan, untuk dusun-dusun yang tidak terjangkau aliran listrik PLN dilayani oleh PLTD dan PLTS.

4. Lembaga keuangan

Lembaga keuangan (Bank) bertujuan menghimpun, menyalurkan dan menyimpak serta memberikan jasa kepada masyarakat. Di Kabupaten Pacitan sampai tahun 2000 terdapat 5 lembaga keuangan, antara lain Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim di Pacitan, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Nasional Indonesia (BNI-46), Bank Danamon ddan Bank Tabungan Pensionan Nasional (BTPN) serta lebih banyak lagi Bank-bank perkreditan rakyat yang beroperasi. Sedang di wilayah Kecamatan dilayani oleh BRI Unit kecamatan.

PERTANIAN


Pembangunan Pertanian Dalam Arti Luas (Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan) bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pengan dan kebutuhan industri daeraha, meningkatnya pendapaatn petani dan memperluas kesempatan kerja melalui usaha-usaha intensifikasi dan diversifikasi secara terpadu, serasi dan merata dengan tetap memelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.Berdasarkan penggunaan Sumber Daya Lahan, dari luas wilayah Kabupaten Pacitan 141.944 Ha, hampir 89,66 % atau seluas 113.910,36 Ha paling dominan peruntukannya untuk kegiatan pertanian dalam arti luas, dengan rincian:- Persawahan : 13.369,00 Ha.(9,42 %)- Tegalan : 112.403,00 Ha ( 79,19 %)- Perkebunan rakyat : 1.494,00 Ha (1,05 %)dari data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan lahan untuk persawahan hanya sebagian kecil yaitu untuk sawah setengah teknis, sawah teknis dan sawah sederhana. Khusus untuk sawah setengah teknis dan sawah sederhana sebagian besar menggunakan pola terasiring dengan mengandalkan pengairan dari hujan.Sedang sawah teknis berasa di dataran rendah dan di daerah perkotaan, dengan adanya kegiatan pembangunan telah terjadi perubahan-perubahan peruntukkan pad penggunaan sumber daya lahan dari pertanian ke areal pemukiman dan kegiatan usaha lainnya. Sektor pertanian cukup menjanjikan untuk dikembangkan di masa yang akan datang mengingat areal pertanian cuku luas, komoditii yang cukup besar dan beragam dan tersedianya tenaga kerja yang bergerak di bidang ini.

Dilihat dari kontribusi prosenta sektor lahan usaha terhadap produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku, pada tahun 1999 sektor pertanian masih dominan yaitu sebesar 44,35 %. Berdasarkan penelitian terhasdap prodduk unggulan di Kabupaten Pacitan, komoditi yang diprioritaskan terdiri atas:

a. Kelapa

Kelapa merupakan komuditas utama yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Pacitan dengan luas areal 21.424 Ha. Produksi 13.262,80 Ton dan produktivitas 1.213,76 Kg/Ha/Tahun. Besarnya produksi kelapa ternyata belum diimbangi dengan sentuhan teknologi pengolahan pasca panen sehingga hasil kelapa dijual secara langsung ke pasar tradisional di Desa terdekat.Dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, beberapa rumah tangga yang mempunyai pohon kelapa melakukan pembuatan gula kelapa yan gdimulai proses dari proses penyadapan sampai menjadi kelapa.Di samping itu untuk meningkatkan kualitas dan kemasan, produksi gula kelapa saat ini tidak hanya dibuat dalam bentuk batangan besar dan bulat, melainkan dibuat dalam bentukgula semut.Produk kemasan dipasarkan di Surabaya, Solo, Yogyakarta dan Jakarta.

b. Janggelan

Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian lebih 600 m di atas permukaan laut yaitu di kecamatan Nawangan, Tulakan dan Bandar seluas 20 Ha.Kegunaan: selain untuk bahan Cao, digunakan pula utnuk bahan obat (pembungkus obat), bahan industri kimia dan kosmetik.Pemasaran: Luas areal pemasaran dalam bentuk brangkas janggelan kering ke pedagang.

c. Cengkeh


Luas areal cengkeh mencapai 7.632 Ha dengan Produksi lebih 1.700 ton yang tersebar di 12 Kecamatan.

Cengkeh yang sudah dikeringkan dijual ke pedagang lokal dengan harga yang sangat tinggi., sedang daun cengkeh yang sudah kering diproses lebih lanjut untuk pembuatan minyak cengkeh (minyak asiri).

d. Jahe

Luas areal Jahe mencapai 755 ha dengan produksi mencapai 1.235.000 Ka setiap tahunya.

Jahe yang banyak dikembangkan di Pacitan adalan Jahe Gajah terutama di Kecamatan Nawangan, Bandar dan Tegalombo. Daerah pemasaran: selain dijual ke pedagang lokal, juga ke Ponorogo, Tulung agung dan Wonogiri. solo, Jakarta dan Surabaya.

e. Belinjo


Luas areal belinko mencapai 2.434 Ha Mlinju selain untuk campuran bahan makanan , biji juga digunakan untuk bahan baku kegiatan industri kecil rumah tangga berorientasi ekspor yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.

Daerah pemasaran: disamping untuk kebutuhan dimestik, juga dipasarkan ke Semarang, Yogyakarta, Magetan, solo, Tulung agung, wonogiri, Jakarta dan Surabaya

f. Jeruk Manis Pacitan


Luas areal komoditi ini mencapai 20 Ha dengan 22.000 batang yang saat ini baru dikembangkan di Desa Wonoanti, jetak dan Nglaran Kecamatan Tulakan. Keunggulan: jeruk ini disamping rasanya manis, nutrisinya seimbang, juga dapat obat sariawan dan menurunkan panas

g. Kolong


Bahan baku dari kolong adalah ubi kayu yang merupakan komoditi pokok Kabupaten Pacitan dengan luas areal mencapai 36.104 Ha. Sentra Industri kolong ini terdapat di Kecamata Ngadirojo dan Kecamatan Tulakan.Daerah pemasaran: Surabaya, Solo,Yogyakarta disamping unguk kebutuhan domestik.

h. Sale Pisang

Sale pisang dibuat khusus dari pisang yang manis, gurih dan lezat dengan dua kemasan yaitu basah dan kering. Untuk basah melalui proses pengeringan dan dikemas dalam berbagai macam bentuk yang beranekan ragam. Sedang sale kering dikemas dalam plastik.

Sale pisang merupakan industri kecil yang banyak dilakukan oleh masyarakat sedang sentra industri kecil sale pisang terdapat di Desa Wiyoro Kecamatan Ngadirojo.

INVESTASI PERIKANAN

Luas wilayah laut Kabupaten Pacitan mencapai 7.636 Mil persegi dengan 12 pantai merupakan daerah untuk pendaratan ikan oleh nelayan. Adapun potensi wilayah laut tersebut (LPPL 1980) sebesar kurang lebih 84.4330 ton pertahun, dengan perincian ikan dasar (demesral) = 24.577 ton, ikan pelagis 98.310 ton, sejenis udang mencapai kurang lebih 2.220 ton pertahun (8,22 %) berupa Lobster ground yang mempunyai nilai jual tinggi.

Potensi budidaya laut yang potensial dikembangkan di Teluk Segoro Anakan di Kecamatan Ngadirojo seluas kurang lebih 400 Ha, yang digunakan untuk budidaya rumput laut mencapai 64 unit rakit dan budidaya ikan kerapu.

Potensi budidaya air payau mencapai luas lahan pottensial kurang lebih 866 Ha yang dikembangkan di Desa Kembang, Desa Watu Karung, Desa Sidumulyo dan Hadiwarno; sedang di Desa Watukarung telah dirintis 1,00 Ha.

Potensi usaha budidaya air tawar yang dikembangkan di perairan umum yaitu kolam seluas kurang lebih 0,88 Ha, tadah hujan lebih 5,58 Ha melalui budidaya keramba jaring apung dan penebaran jenis ikan di Telaga, Cekdam,Pusat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Pacitan antara lain:

Pantai Watukarung Kecamatan Pringkuku
- Pantai Tamperan, Pantai Teleng Ria dan Pancer(kembang di kec. Pacitan)
- Pantai Wawaran Kecamatan Kebonagung
- Pantai Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo
- Pantai Sukorejo Kecamatan Sudimoro

Komoditi perikanan yang sudah dieksport.

a. Udang Lobster


Salah satu komoditi bidang perikanan yang sangat bagus dan mempunyai nilai jual yang sangat bagus dan mempunyai nilai jual sangat tinggi adalah udang Lobster. Jenis udang Lobster yang dihasilkan di perairan Pacitan adalah jenis Mutiara, Pasir, Batu dengan Produksi mencapai 15.625 Kg pertahun.

Komoditi ini sudah menembus pasar ekspor seperti Singapura, Hongkong dan Jepang melalui pedagang dan perusahaan yang ada di Surabaya, Semarang, Kediri dan Jakarta.

b. Rumput Laut


Rumput laut merupakan salah satu komoditi unggulan yang saat ini mulai di budidayakan di Kabupaten Pacitan kegunaan Rumput Laut adalah pembuatan bahan makanan seperti agar-agar, juga untuk bahan kosmetika dan kesehatan.Produksi setiap tahun mencapai 72.550 kg.Daerah pemasaran: Bali, Surabaya, dan Jakarta.

c. Ikan dan Sirip Ikan

Jenis ikan yang berorientasi ekspor ialah:- Bawal mencapai 6.281 Kg.- Layur mencapai 65.647 Kg.- Kerapu mencapai 5.631 Kg.Sedang yang dimaksud dengan sirip ikan adalah Sirip Ikan Hiu yang berguna untuk menambah gizi (multi vitamin).

Produksinya mencapai 3.630 Kg/tahunDaerah pemasaran: Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

Penguasa di Bidang Perikanan:

a) Nama perusahaan: UD Wahyu Samudra- alamat : Desa Semanten, Kec./Kab. Pacitan- Bidang Usaha : Udang Lobster, bermacam jenis ikan- Pemilik : Badri
b) Nama Perusahaan: UD Gunung Agung- alamat : Kel. Sidoarjo Kec./Kab.Pacitan- Bidang Usaha : Udang Lobster, bermacam jenis ikan- Pemilik : Badri
c) Nama Perusahaan: UD Wahyu Samudra- alamat : Desa Semanten, Kec./Kab. Pacitan- Bidang Usaha : Udang Lobster, bermacam jenis ikan- Pemilik : Suwandi
d) Nama Perusahaan: UD Mina Usaha- alamat : Kel. Poso, Kec. Pacitan, Kab. Pacitan- Bidang Usaha : Udang Lobster, bermacam jenis ikan- Pemilik : Karim
e) Nama Perusahaan: UD Sari Laut - alamat : Desa Sekar, Kec. Donorojo- Bidang Usaha : Rumput Laut- Pemilik : Sakiman
f) Nama Perusahaan: UD Grindulu Emas- alamat : Desa Arjowinangun, Kec./Kab. Pacitan- Bidang Usaha : Rumput Laut- Pemilik : Elsye Martini

INVESTASI PERAMBANGAN :

Sektor pertabangan juga mempunyai prospek yang cukup menjanjikan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan kesempatan berusaha dan penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan kondisi dasar, topografi, struktur dan jenis batuan yang 85 % merupakan bagian seluruh wiyaha Kabupaten Pacitan, ternyata di dalamnya banyak mengandung bahan tambang yang melimpah. Adapun bahan tambang yang ada dengan klasifikasi golongan A, golongan B dan golongan C yang sampai saat ini pengelolaannya masih dirasakan belum optimal karena terbatasnya sarana dan prsasrana perambangn sehingga belum banyak memberikan kontribusi kepada peningkatan pendapatan mesayarakat yang akhirnya peningkatan pendapatan daerah.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pertambang Propinsi Jawa Timur menunjukkan adanya sebaran, luas aresal, bersarnya cadangan serta kualitas bahan galian yang ada di Kabupaten Pacitan sejumlah 33 jenis bahan tambang: potensi tambang tersebut terdapat dalam table 3.5.

INVESTASI WISATA

Sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan mempunyai peluang yang cukup prospektif untuk dikembangkan menjadi industri Pariwisata yang mampu bersaing dengan Pariwisata di daerah yang lain bahkan manca negara, ini cukup beralasan, karena obyek wisata yang ada cukup beragam dan mempunyai ciri khusus dan nilai lebih dibanding dengan daerah lainnya.

Pengembangan kepariwisataan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan asli daerah semata, yang lebih penting kepariwisataan di Kabupaten Pacitan mampu memberdayakan masyarakat sendiri sehingga mereka merasa memiliki, melaksanakan, melestarikan, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melaui cara memberikan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.

Potensi Pariwisata di Kabupaten Pacitan meliputi Wisata Pantai, Wisata Goa, Wisata Budaya/ Religius, Wisata Rekrekeasi, Wisata Industri.

Potensi obyek wiata dikembangkan melalui Program Pembangunan Kepariwisataan mencakup kegiatan peningkatan dan rehabilitasi obyek wisata yang ada, peningkatan sarana dan prasarana ke lokasi obyek wisata, pengelolaan obyek wisata berupa menggalang kerja sama dengan biro perjalanan dan perhotelan, penataan manajerian perhotelan dan rumah makan serta kegiatan promosi.

Dari segi pendapatan, obyek wisata telah mampu menyumbangkan pendapatan daerah yang cukup besar, ini terlihat pada tahun 1999/2000 mencapai Rp 420.686.150,-. Di banding kontribusi ke kas daerah selama lima tahun terakhir rata-rata mengalami kenaikan sebesar 180,85 %.

Sedang jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pacitan tahun 1999/2000 mencapai 557.346 orang dimana 704 orang wiatawan manca negara. Dibanding tahun 1995/1996 dimana jumlah wisatawan mencapai 89.601 orang, maka terjadi kenaikan yang sangat pesat selama lima tahun diman rata-rata setiap tahun mencapai 104,41 %.

Sedang kontribusi Pendapatan sektor pariwisata setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebesar 15,87 %, ini disebabkan adanya upaya pengembangan dan pembangunan obyek-obyek wisata andalan, promosi yang efektif. Untuk realisasi pemasukan beberapa obyek wisata untuk tahun 2000 (bulan) mencapai Rp 48.418.880,-.

Obyek-obyek wisata di Kabupaten Pacitan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa katagori antara lain:

1. Obyek wisata yang sudah dibangun dan telah memberikan kontribusi bagi pendapatan masyarakat dan daerah antara lain: Pantai Teleng Ria, Pantai Tamperan, Goa Gong, Goa Tabuhan, Pemandian air hangat dan Pantai Srau.
2. Obyek wisata yang mempunyai prospek yang baik perlu pengangan dan pembangunan yang konseptual seperti Pantai Klayar, Pantai Watukarung, Pantai Srau, Pantai Sidomulyo, Luweng Jaran dan Luweng Ombo serta kegiatan atraksi wisata seperti Ceprotan, Tari Khetek Ogleng dan Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman.
3.
4. Obyek wisata lainnya yang menjadi wahana pelengkap kepariwisataan baik itu Goa dan Obyek wisata Sejarah dan sebagainya.

Sarana Pendukung Pariwisata


Salah satu pendukung kepariwisataan adalah adanya hotel yang refresentatif untuk kenyamanan para wisatawan.

Hotel merupakan sarana yang sangat vital dalam menunjang kepariwisataan di Kabupaten Pacitan. Beberapa hotel yang ada di Kabupaten Pacitan masih katagori hotel melati yan gjumlahnya 9 buah.

Pacitan Hotel
Alamat : Jl. A. Yani No. 37 Pacitan
Telp. : (0357) 881224
Fasilitas : Kamar VIP dan ekonomi, Rumah makan.

Hotel Permata
Alamat : Jl. Gatot Subroto No. 26Pacitan
Telp. : (0357) 881224
Fasilitas : Tersedia kamar kategori VIP dan ekonomi, standar, fasilitas lain adalah Restoran, tempat parkir dan lokasi di pusat kota.

Hotel Bali Asri Hotel
Alamat : Jl. A. Yani No. 69 Pacitan
Telp. : (0357) 881170
Fasilitas : Family Room, VIP ekonomi, dan sarana olahraga dan parkir kendaraan.

Hotel Srikandi
Alamat : Jl. A. Yani No. 67 Pacitan
Telp. : (0357) 881170
Fasilitas : Kamar VIP, dan Rumah makan, ruang pertemuan dan tempat parkir.

Hotel remaja
Alamat : Jl. A. Yani No. 67 Pacitan
Telp. : (0357) 881188
Fasilitas : Kamar VIP dan klas ekonomi, parkir kendaraan.

Hotel Sidomulyo
Alamat : Jl. P. Sudirman No. 25 Pacitan
Telp. : (0357) 881207
Fasilitas : Kamar, parkir kendaraan.

Hotel Wijaya
Alamat : Jl. P. Sudirman No. 41 Pacitan
Telp. : (0357) 881128
Fasilitas : Kamar, parkir kendaraan.

Happy Bay Beach Bungalows
Alamat : Pantai Teleng Ria Kelurahan Sidoarjo, Pacitan
Telp. : (0357) 881474
Fasilitas : Kamar, Parkir kendaraan.

Hotel Pakis Permai
Alamat : Ds. Pakis Baru Kec Nawangan
Fasilitas : Kamar VIP dan ekonomi, Parkir kendaraan

Lambang Daerah Kabupaten Pacitan

ARTI LAMBANG.

1. DASAR HUKUM

a. Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 2 Tahun 1968 Tentang Lambang Daerah Kabupaten Pacitan.
b. Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 3 Tahun 1968 Tentang Penggunaan Lambang Daerah.
c. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Pacitan Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 2 Tahun 1968 Tentang Lambang Daerah Kabupaten Pacitan.

2. MAKNA LAMBANG DAERAH

a. Bentuk Gambar/ Lambang:

b. Perisai Bersudut Lima.

Melambangkan dasar negara Negara Kesatuan Republik Indonesia, ?Pancasila? yang harus kita pertahankan sampai akhir zaman. Karena Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia selaras dengan tuntutan budi nurani umat manusia di dunia ini.

c. Garis merah dan putih yang melingkari separo perisai

Lambang Bendera Negara kita. Merah berarti berani dan Putih berarti suci, sebagai jiwa bangsa Indonesia, berani karena kesucian, didalamnya terkandung makna kebenaran, kebijaksanaan dan keadilan serta tidak meninggalkan dasar Dasar Negara Indonesia, Pancasila. Garis hitam melingkar dibagian bawah separo perisai (sebagai kelanjutan garis merah), berarti kebenaran.

d. Tulisan ?TATA PRAMANA HARGENG PRAJA?.

Makna dari tekad Pemerintah dan masyarakat Pacitan untuk menciptakan pemerintahan yang arif bijaksana serta mampu mengayomi dan mewujudkan masyarakat yang adil makmur, tata tentrem kerto raharjo di dalam wilayah yang dipenuhi bukit-bukit.

e. Bintang

Ketuhanan Yang Maha Esa, Sila Pertama dari Pancasila.

f. Gunung Lima

Menunjukkan bahwa geografi Pacitan. Dimana terletak Gunung Lima yang terkenal sebagai tempat bertapa/ bersemedi.

g. Pintu gerbang dan Tugu Pahlawan Pacitan.

Mengingatkan kepada kita sebagai masyarakat Pacitan, kepada para pahlawan/patroit Pacitan yang telah gugur sebagai kusuma bangsa yang dulu telah gigih melawan kaum kolonial demi menegakkan kemerdekaan Nusa dan Bangsa Indonesia serta menjunjung tinggi Sapta Marga yang dituliskan sebagai pohon kelapa berdaun tujuh di atas Tugu Taman Pahlawan.

h. Laut Berombak Empat

Digambar melengkung (berbatas gambar rantai) yang menunjukkan letak geografi Pacitan ditepi teluk yang melengkung dan menjorok kedaratan.

Ombak digambar 4, gunung digambar 5 buah, padi berjumlah 17, dan kapas berjumlah 8, bila dirangkai menjadi 17-8-?45 adalah tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

i. Rantai (Membatasi Laut).

Persatuan dan kesatuan masyarakat Pacitan khususnya dan Indonesia pada umumnya yang harus digalang.

j. Ketela Pohon dan Bambu

Padi adalah makanan, sedangkan kapas adalah pakaian. Ini melambangkan harapan rakyat Indonesia ?Murah Sandang dan Pangan?.

Sebagai tanaman rakyat Pacitan, yang merupakan sumber penghidupan selama berabad-abad telah menghidupkan semangat juang dan kerja keras masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.

k. Padi dan Kapas

Padi adalah bahan makanan pokok, sedangkan kapas bahan sandang. Ini diartikan sebagai pengharapan seluruh rakyat Indonesia terwujudnya murah pangan dan sandang.

kecamatan sudimoro

Kecamatan Sudimoro adalah salah satu kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini adalah batas paling timur dari Kabupaten Pacitan.

Batas Wilayah


1. Sebelah timur = Kecamatan Panggul kab.Trenggalek
2. Sebelah utara = Kecamatan Slahung kab.Ponorogo
3. Sebelah Barat = Kecamatan Ngadirojo
4. Sebelah Selatan = Samudera Indonesia

Peta Kecamatan Sudimoro di situs resmi Kabupaten Pacitan

Desa


1. Sukorejo-Bawur
2. Suber Rejo
3. Sudimoro
4. Gunung Rejo
5. Pager Lor
6. Pager Kidul
7. Ketanggung
8. Karang Mulyo
9. Klepu
10. Sembowo


Geografis dan Kendudukan


Mata pencaharian penduduk: Mayoritas petani cengkeh, pedagang, PNS, swasta.

Komoditas


Cengkeh,Singkong,Kelapa

kecamatan tegalombo

Tegalombo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia. Tegalombo merupakan pintu masuk ke Kabupaten Pacitan dari arah Kabupaten Ponorogo. Area Tegalombo memiliki topografi yang berbukit. Mata pencaharaian penduduk adalah petani, pedagang dan pegawai negeri. Pasar Tegalombo di hari Wage adalah pasar yang cukup besar

Ada beberapa putra Tegalombo yang sukses di berbagai bidang. Salah satunya adalah Walikota Surabaya, Bambang DH adalah putra asli Tegalombo.

Di Tegalombo ada satu sungai yang membelah kecamatan Tegalombo yaitu sungai Grindulu yang bermuara di pantai Pacitan

Kecamatan Tegalombo mencakup

desa Gemaharjo,

Tahunan ,

Tahunan Baru,

Pucangombo,

Ngreco,

Kebondalem,

Tegalombo,

Gedangan,

Kasihan,

Sumber Daya Alam


Batu Kali, Batu Magan,Pasir

Fasilitas Komunikasi


Telepon, Telepon Selular terdiri dari 4 operator seluler tersebar, Radio, Kentongan

Sarana Pendidikan


PAUD, TK, Sekolah Dasar, SLTP/Tsanawiyah, SMU,Aliyah

Tempat Ibadah


Masjid Baitus Shomad yang merupakan masjid terbesar ke 2 dikabupaten pacitan

Transportasi


Bus, Travel, Ojek, MPU,

Nawangan

Nawangan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia.

kecamatan nawangan memiliki sebuah tempat wisata

tempat itu adalah monumen jendarl sudirman yang terdapat di

desa pakis baru nawangan

kecamatan donorojo

Donorojo adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia.

Desa


Donorojo terdiri dari 12 desa:

* Desa Donorojo
* Desa Belah
* Desa Sukodono
* Desa Gendaran
* Desa Cemeng
* Desa Gedompol
* Desa Sekar
* Desa Klepu
* Desa Sendang
* Desa Widoro
* Desa Sawahan
* Desa Kalak

Batas wilayah


Batas kecamatan donorojo di sebelah barat dan sebelah utara adalah Kabupaten Wonogiri, sebelah timur Kecamatan Punung dan sebelah selatan adalah Samudra Hindia.

Kondisi dan potensi


Potensi kecamatan donorojo antara lain adalah kerajinan batu akik, pertanian (gaplek, padi, dan palawija),tanaman rempah, perdagangan palawija.

Potensi di bidang pariwisata meliputi pantai klayar, pantai watu karung, goa kalak sedangkan untuk kesenian terdapat peninggalan bersejarah yaitu wayang beber yang merupakan peninggalan kerajaan majapahit. beberapa kesenian yang lainnya adalah jaranan enem, tari oklik/oglor, wayang, reog ponorogo, upacara adat ceprotan.

Kehidupan masyarakat donorojo sebagian besar adalah bekerja pada bidang pertanian dan mengolah lahan kering. Pada waktu musim penghujan ditanami padi dan menjelang musim kemarau ditanami palawija. Hanya sebagian kecil yang menggunakan persawahan. Sebagian penduduk juga sebagai perantau/penduduk boro yang merantau di Jakarta, Solo dan kota besar lainnya.

Sarana perdagangan di kecamatan donorojo dilakukan pada saat pasaran. Pasar dibuka berdasarkan hari pasaran. Pasar Pon berada di desa donorojo. Pasar ini adalah pasar terbesar di kecamatan donorojo. Pasar Kliwon berada di desa sukodono, pasar ini juga biasa disebut pasar Tangkluk. Pasar legi berada di Desa Kalak.

Sarana pendidikan meliputi tingkat taman kanak-kanak hingga SLTA. Hampir semua desa memiliki Sekolah Dasar dari yang sederhana hingga menjadi SD yang favorit di kecamatan Donorojo. SMP terdapat 3 SMP, yaitu SMP N I Donorojo, SMP PGRI Gendaran, SMP PGRI Kalak, sebelumnya juga terdapat SMP PGRI Donorojo tetapi SMP ini telah dibubarkan karena keterbatasan beberapa hal. Pendidikan SLTA adalah SMEA PGRI Donorojo.

Sarana perhubungan telah tersedia akses jalan utama membelah kecamatan menjadi dua bagian. Jalan ini merupakan kelanjutan jalan potong dari jalur utama Pacitan Solo. Jalan ini melewati Desa Belah, Desa Sukodono, Desa Klepu dan sampai Desa Kalak. Sarana Transportasi berupa mobil omprengan. Di samping itu terdapat jalan yang membelah kecamatan dari sebelah timur ke barat menhubungkan antara ibu kota Pacitan dan Kabupaten Wonogiri hingga Yogyakarta.

Sarana Kesehatan terdapat sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang memang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga terdapat puskesmas pembantu dan beberapa bidan dan dokter praktek.

kecamatan ngadirojo

Kecamatan Ngadirojo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten pacitan. Jangan terkecoh dengan kesamaan nama daerah ini dengan daerah di Wonogiri,Jawa Tengah.Lorok atau Lorog adalah nama kecamatan ini yang juga populer.Pacitan terletak di kordinat 8° 13' 0" Lintang selatan, 111° 19' 0" Bujur Timur

Batas Wilayah


1. Sebelah timur = Kecamatan Sudimoro
2. Sebelah utara = Kecamatan Slahung kab.Ponorogo
3. Sebelah Barat = Kecamatan Tulakan
4. Sebelah Selatan = Samudera Indonesia

Desa


Berikut nama desa-desa di Kecamatan Ngadirojo adalah :

1. Wonokarto
2. Nogosari
3. Tanjung Lor
4. Bodag
5. Cangkring
6. Wonodadi Wetan
7. Wonodadi Kulon
8. Bogoharjo
9. Cokrokembang
10. Ngadirojo
11. Wiyoro
12. Tanjung Puro
13. Pagerjo
14. Hadiluwih
15. Hadiwarno
16. Sidomulyo

Geografis dan kendudukan


Mata pencaharian penduduk: Mayoritas Petani, Pedagang, PNS, Swasta

* Tingkat Buta huruf %
* Tingkat kelulusan anak sampai SLTA %
* melanjutkan ke perguruan tinggi %

Komoditas


Padi, Palawija, Cengkeh, Kelapa, Kakao, ikan laut. Daerah Sawah pertanian yang dapat ditanami Padi ialah Cokrokembang,Ngadirojo,Wiyoro, Hadiluwih, Hadiwarno. Tanaman Kakao yang baru beberapa tahun ini dikenalkan tumbuh subur di semua area yang menjadi ladang percontohan.Sedangkan Cengkih ditanam di Wonokarto dan Cokrokembang .Dua Desa yaitu Hadiwarno dan Sidomulyo memiliki potensi yang lebih baik, karena terletak di pinggir pantai.Disini tangkapan ikan dan lobster dihasilkan, hasilnya dikonsumsi penduduk dan dijual ke luar daerah.

Potensi pariwisata


Pantai Taman di Desa Hadiwarno dan Pantai Anakan merupakan obyek wisata utama yang dimiliki Lorok.Pada Dua hari Lebaran, biasanya wisatawan lokal membludak mengunjungi pantai dengan garis pantai sekitar 10 km ini. Ombaknya yang besar dan akses masuk yang mudah merupakan daya tarik pantai, namun sebaiknya pengunjung tidak mencoba untuk maindi disini.hal ini dikarenakan ombak laut selatan yang besar dan untuk keamanan anda.Retribusi masuk dikenakan 1000 rupiah pada dua hari lebaran oleh pengelola setempat.

Pantai Puring di Sidomulyo juga merupakan obyek wisata yang diminati dengan keindahan tebing pinggir pantainya yang indah.Lokasinya mudah dicapai dengan kendaraan bermotor.

Pantai Anakan merupakan lokasi unik karena dangkal, ideal bagi anda yang ingin mencoba mandi di air laut, hal ini dikarenakan posisi teluk yang menyerupai kantong sehingga arus lautnya tidak begitu kuat.Disini anda bisa membeli ikan tangkapan segar dari nelayan dengan harga yang murah, dan jika anda berminat anda dapat sekaligus dengan dibakar, sungguh merupakan kenikmatan tersendiri.

Pantai di Sudimoro merupakan rangkaian "paket pariwisata" yang tidak boleh anda lupakan. Kondisinya yang masih natural, dan pasir putih dengan pemandangan yang elok akan menyegarkan pikiran anda, Bayangkan anda sedang menikmati segarnya kelapa muda sambil tiduran di hammock di Pattaya Thailand tanpa harus menghabiskan ratusan dollar hanya untuk pergi kesana.

Akomodasi merupakan masalah tersendiri jika anda merencanakan menginap di sekitar pantai-pantai yang ada di Lorok.Tempat penginapan komersial masih belum tersedia disini,mau tidak mau anda harus beramah tamah dengan penduduk untuk menginap.Namun saya kira anda akan mendapatkan pelayanan yang menyenangkan disana.

Kedepannya, jika potensi pantai yang ada mampu ditawarkan sebagai obyek pariwisata, pelayanan dan akses ke segala hal harus diupayakan untuk menjamin kenyamanan wisatawan..

Sentra usaha kerajinan tersebar di semua daerah dengan volume yang kecil.Usaha kerajinan Batik Tulis di Bogoharjo mampu menembus pasar Bali melalui peran distributor.Usaha pembuatan makanan kecil berupa kolong klethik tersebar di bodag dan cangkring.Lorok juga terkenal dengan Sale pisangnya yang unik karena dibungkus dengan daun pisang kering sehingga memberikan aroma tersendiri, namun sekarang agak sulit menemukan produk sale pisang dengan kemasan daun pisang kering, karena tergantikan dengan kemasan plastik yang lebih praktis.

Sekolah


1. SMUN 1 Ngadirojo
2. SMUN 2 Ngadirojo
3. SMK PGRI 1 Ngadirojo
4. SMK Kelautan

Informasi tambahan


Kode pos Lorok (Ngadirojo): 63572

Akses telephone masih satu Zona lokal dengan Kota Pacitan (Kode area 0357)

semua nomer berawalan 441 Layanan telekomunikasi seluler telah ada di kawasan ini yaitu dari telkom fleksi dan Telkomsel. Akses Internet secara terbatas dengan koneksi Telkomnet Instant (080989999) Rental Komputer sudah ada dibeberapa lokasi dengan pelayanan seperti ketik dan printing dan scanning Transportasi angkutan umum tersedia Bus Jurusan Lorok-Trenggalek, Lorok-Pacitan, Angkutan umum Lorok-Tulakan-Pacitan, Ojek, dan Becak ongkos angkutan Lorok Pacitan Rp.6000,-.Lorok-trenggalek, Rp.7000,-.Lorok-Tulakan Rp.2000,-.bus travel atau carteran juga tersedia. Kondisi Jalan semua sudah diaspal untuk jalur utama desa-desa.Pelayanan Listrik PLN masuk mulai th.1994 Jumlah kendaraan roda dua: --- unit, kendaraan roda empat: ---unit, pesawat udara 0 unit, Kapal laut 0 unit, kapal nelayan ---unit Kanal televisi ada di VHF, terdapat beberapa relay Pemancar TV antara.lain, milik Pemda di Kantor kecamatan, di atas Baran Cokrokembang, Wonodadi Kulon, Pagerjo, Hadiluwih, dan Hadiwarno. Stasiun radio yang ada : GEMILANG FM Muara Canda dan Informasi 103.8 MHz, Dengan Daya pancar maksimum yang diijinkan pemerintah dengan coverage Radio di pacitan jawa timur yang mencakup Kecamatan Ngadirojo, Sudimoro, Tulakan, Kebonagung, Pacitan, Arjosari, Tegalombo, Nawangan, Bandar, Punung, Donorojo, Pringkuku,Kabupaten Ponorogo,Trenggalek, Madiun, Wonogiri, Wonosari, Baturetno Jawa tengah, RCBFM 105 MHz, Wonokarto, Dengan antenna dan receiver yang bagus sinyal radio FM komersial dari Kota Pacitan, Kota Madiun, Ponorogo atau bahkan Surabaya dapat ditangkap dengan baik. Even tahunan terbesar: Lebaran dan Agustusan Bagi pengguna jalan dari arah Trenggalek yang menuju Kota Pacitan, dapat menggunakan Jalur melalui Sidomulyo-Jetak yang membypass Jalur tanpa harus melewati Tulakan, jalur ini telah mengalami rehabitasi untuk menjamin kelancaran lalu lintas.

kecamatan pringkuku

Pringkuku adalah sebuah kecamatan di Kabupaten pacitan yang berbatasan sebelah barat-utara dengan kecamatan Punung, sebelah barat-selatan dengan Kec Donorojo, sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Pacitan, untuk sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Arjosari- Ds Mlati, Untuk sebelah selatan Berbatasan langsung dengan laut Selatan ], Jawa Timur, Indonesia. Jalan utama acces ke Pacitan kota dari Solo dan Yogya lewat wilayah ini.

Ibukota Kecamatan berada di Desa Ngadirjan.

Komoditas di Kecamatan pringkuku adalah :

Ketela, Kayu Jati, pisang, kelapa dan untuk Daerah Watukarung Adalah Penghasil Ikan Terbaik Di Kabupaten Pacitan.

Obyek Wisata : Pantai : Watukarung dan Srau Goa : Gua Kendil di ds pringkuku, gua/luweng Jaran di desa Jlubang Lainnya : Palagan Tumpak Rinjing di desa Dadapan (patung Panglima Besar Sudirman dan Slamet Riyadi)

kecamatan punung

pacitanweb_kecamatan_punungPunung adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berada pada bagian barat Kabupaten Pacitan.
Sejarah

Untuk menceritakan sejarah tentang Punung perlu menarik garis jaman yang sangat panjang jauh ke belakang, entah ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Tidak berlebihan untuk mengatakan hal itu, beberapa penelitian arkeologi telah mengungkapkan kehidupan pada jaman prasejarah di kawasan pegunungan kapur ini. Terdapat beberapa situs purbakala lainya yang pada umumnya sebuah Gua. Banyak temuan yang mengindikasikan kehidupan dijaman Flintstones di dataran ini, ada kapak berimbas, mata panah yang terbuat dari batu alam dan bahkan tengkorak manusia purba. Untuk kata "Punung" banyak spekulasi yang mengatakan dari akronim "pucuk gunung" (bahasa jawa) yang berarti di atas gunung, tidak ada salahnya sebutan ini jika melihat kondisi geografisnya. Dalam hal pemerintahan, dimasa kolonial Belanda, Punung pernah menjadi Kawedanan. Sebuah status administrasi pemerintahan yang membawahi tiga Kecamatan.

Batas wilayah


* Sebelah Timur : Kecamatan Pringkuku
* Sebelah Utara : Kabupaten Wonogiri
* Sebelah Barat : Kecamatan Donorojo
* Sebelah Selatan : Kecamatan Pringkuku dan Donorojo

Desa


Punung selama ini mempunyai 13 desa antara lain:

1. Desa Punung
2. Desa Tinatar
3. Desa Kendal
4. Desa Sooka
5. Desa Piton
6. Desa Bomo
7. Desa Wareng
8. Desa Mantren
9. Desa Mendolo Lor
10. Desa Mendolo Kidul
11. Desa Ploso
12. Desa Kebonsari
13. Desa Gondosari


Transportasi


Untuk menuju Kecamatan Punung bisa ditempuh menggunakan jalur darat dengan beberapa alternatif. Dari Kota Surakarta bisa menggunakan angkutan umum, begitu juga bila dari Kota Yogyakarta, berikut adalah jalur dari arah barat. Bila menempuh dari jalur timur dapat ditempuh dari Ponorogo kemudian menuju Kecamatan Punung sebelum transit di Terminal Pacitan. Terdapat banyak angkutan umum di Punung untuk menuju keseluruh desanya.

Pariwisata
Stalagmit & Stalaktit Gua Gong


Wisata alam


* Gua Gong
* Gua Tabuhan
* Gua Putri
* Gua Kalak
* Telaga Guyang Warak
* Batu Akik
* Musik Alam Tabuhan

Wisata budaya


* Museum Purbakala Buwana Keling
* Situs Song Terus
* Situs Song Keplek

Kondisi dan Sumber Daya Alam


Pada umumnya Punung mempunyai karakter perbukitan yang menyebar pada seluruh wilayahnya dan karakter alam seperti inilah yang menjadikan punung lebih menarik sebagai panorama alam. Punung mempunyai hasil pertanian yang beraneka ragam, diantaranya: kacang, padi, singkong, melinjo, kelapa, jahe dan lain sebagainya. Hasil pertanianya sebagian besar dipasarkan di wilayah Jawa Tengah. Untuk menunjang perekonomian daerah ini, terdapat Pasar Punung yang menjadi jantung perniagaan di semua desa di kecamatan ini hingga kecamatan-kecamatan lainya.

Selain pertanian, wilayah ini juga menyimpan kekayaan di perut bumi-nya. Di wilayah punung bagian utara terdapat warisan mineral, antara lain emas, bentonite, dan Batu Bintang. Untuk penambangan emas masih dilakukan secara tradisional dan bentonite di eksplorasi oleh pihak swasta di bawah pengelolaan PT. Indobent.

Kerajinan juga sedang menggeliat di Kecamatan Punung antara lain furniture, ukiran, gerabah, perhiasan, dan Batu Mulia.

kecamatan arjosari

Arjosari adalah sebuah kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia.

DESA
yang di arjosari meliputi beberapa desa :

-Arjosari
-Tremas
-Temon
-Karang gede
-Karang rejo
-Sedayu
-Gembong
-Kebon dalem
-Gunung sari







kecamatan bandar

Bandar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia.

Terdiri dari : 6 desa

Bandar,

Watu Patok,

Bangunsari,

Ngunut, Jeruk,

Kledung

Kota Kecamatan terletak di desa Bandar.

kecamatan tulakan

Kecamatan Tulakan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur, Indonesia.

Batas Wilayah


1. Sebelah timur = Kecamatan Ngadirojo
2. Sebelah utara = Kecamatan Slahung kab.Ponorogo
3. Sebelah Barat = Kecamatan Kebonagung
4. Sebelah Selatan = Samudera Indonesia

Desa


Berikut nama desa-desa di Kecamatan Tulakan adalah :

1. Bungur
2. Tulakan
3. Wonosidi
4. Padi
5. Kluwih
6. Wonogondo
7. Gasang
8. Nglaran
9. Wana anti
10. Kali Kuning
11. Ketro
12. Losari
13. Bubakan
14. Ngile
15. Jetak
16. Ngumbul



Transportasi :

dari kabupaten ke kecamatan tulakan dilayani oleh mobil angkutan (pic up,mini bus)beroprasi dari pukul 04.30-18.00 wib dan tidak mesti diluar jam itu hanya dilayani oleh tukang ojeg.


Produk unggulan:

kecamatan tulakan unggul dalam bidang pembuatan genting dari tanah liat
karena memiliki unsur tanah yang sangat baik



Kecamatan kebonagung

Kebonagung merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten pacitan, Jawa Timur. Legenda terbentuknya kabupaten konon bermula dari sini di mana terdapat makam seorang tokoh bernama Ki Ageng Buwono Keling.
Batas wilayah
Peta Kecamatan Kebonagung

* Sebelah utara : Kecamatan Tulakan dan Kecamatan Arjosari
* Sebelah selatan : Samudra Hindia
* Sebelah timur : Kecamatan Tulakan
* Sebelah barat : Kecamatan Pacitan dan Teluk Pacitan

Desa


Kecamatan Kebonagung dibagi menjadi desa yaitu:

* Desa Kebonagung
* Desa Purwoasri
* Desa Banjarjo
* Desa Punjung
* Desa Karanganyar
* Desa Gawang
* Desa Sidomulyo
* Desa Klesem
* Desa Kalipelus
* Desa Katipugal
* Desa Karangnongko
* Desa Plumbungan
* Desa Jetak
* Desa Mantren
* Desa Wora-Wari
* Desa Ketro
* Desa Wonogondo
* Desa Gembuk
* Desa Ketepung


Transportasi


Transportasi dari ibu kota Kabupaten ke Kecamatan Kebonagung dilayani oleh mobil angkutan umum (pick up) yang beroperasi hanya pada siang hari, dari pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Diluar jam itu, transportasi hanya dilayani oleh tukang ojek. Sarana transportasi ini menempuh rute dari Terminal Arjowinangun, Kec. Pacitan menuju ke pelosok-pelosok desa di wilayah Kecamatan Kebonagung, seperti Desa Gawang, Sidomulyo, Klesem, Kalipelus, Karangnongko dan desa-desa lain. Pada hari-hari Pasaran Wage,Legi, aktivitas transportasi akan ramai oleh warga Kebonagung yang akan berjualan atau berbelanja di pasar kota Pacitan. Sebaliknya pada pasaran Paing atau Kliwon, akan diramaikan oleh pedagang dari kota Pacitan yang akan berjualan di Pasar Gayam, Kebonagung. Pada Pasaran Pon yaitu hari buka untuk pasar hewan, banyak kendaraan yang mengangkut sapi dari desa-desa di wilayah Kecamatan menuju Pasar hewan yang terletak di Kota Pacitan.

Mata pencaharian


Sebagian besar mata pencaharian adalah bertani, kemudian nelayan. Selain itu tidak sedikit pula yang mengadu nasib/merantau ke daerah lain. Mereka tersebar ke daerah-daerah seperti Pekanbaru, Tanjung Pinang, Lampung, Batam, Aceh, Jambi, Bangka, Papua, umumnya diluar pulau dan bekerja di HTI/HPH (Pengelola Hutan), di perkebunan sawit. Adapula sebagian di perkotaan.

Produk unggulan


Kecamatan Kebonagung yang dekat dengan laut selatan/Samudera Indonesia yang menghasilkan hasil laut yang bernilai ekspor yaitu mereka menyebutnya urang bengkorok atau Lobster. Para nelayan masih menggantungkan cara-cara tradisional serta belum dibudidaya dengan mengacu pada industri. Tempe Kebonagung adalah tempe yang mempunyai ciri yang berbeda yang berasal dari Kebonagung.

Ibu kota Kecamatan terletak di daerah bawah dan dikelilingi pegunungan, yang terkenal adalah Gunung Limo dan berbatasan dengan Kecamatan Tulakan.

Selain itu di Desa Kebonagung dan Desa Purwosari terdapat kerajinan gerabah. Produk-produknya adalah: Ijun,padasan, Panci Tanah Liat, Wajan Tanah Liat, Genting, Bata. Umumnya peralatan rumah tangga yang terbuat dari tanah liat.

kecamatan pacitan

pacitan, adalah sebuah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Pacitan, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Pacitan adalah denyut nadi pemerintahan dan perekonomian kabupaten Pacitan secara keseluruhan. Lansekap kota Pacitan terletak di Lembah, di tepi Teluk Pacitan, hilir Sungai Grindulu.

Administrasi


Kantor Kabupaten terletak di Jl.Jaksa Agung Soueprapto Ploso Pacitan.

Terdiri dari kecamatan dan Kelurahan/desa di kec Pacitan,yaitu:

1. Kelurahan Baleharjo

2. Kelurahan Ploso

3. Sukoharjo

4. Tanjungsari

5. Arjowinangun

6. Menadi

7. Mentoro

8. Purworejo

9. Banjarsari

10. Tambakrejo

11. Semanten

12. Widoro

13. Nanggungan

14. Sirnoboyo

15. Kayen

16. Sidoarjo

17. Bangunsari

18. Sedeng

19. Pucangsewu

20. Pacitan

21. Bolosingo

22. Kembang

Posisi Strategis Kota Pacitan


Pembangunan jalur lintas selatan sebagai jalur alternatif mudik lebaran terus dilakukan,antara lain dengan pelebaran jalan trans Pacitan-Trenggalek lebih kurang 120 km. Pada musim mudik lebaran,Jalur ini bisa digunakan.

Perindustrian


Industri pabrik rokok rintisan Pabrik Sampoerna yang didirikan dan beroperasi tahun lalu sedikit banyak akan mempengaruhi semua sektor kehidupan.tidak hanya terhadap perekonomian,gaya hidup masyarakat akan berubah seiring dengan hal ini. Pabrik rokok ini terletak di Pusat kota Pacitan.

Pariwisata


Sebagai kota kecil dengan latar teluk Pacitan, menjadikan Kota Pacitan mempunyai daya tarik tersendiri. Situs Tamperan di Pantai Teleng Ria yang baru dibangun merupakan TPI yang sedang dikembangkan,disamping sebagai pemecah ombak, diharapkan memberikan nilai tambah bagi pariwisata dan perekonomian. Berbagai hotel dan tempat penginapan yang sejak dulu ada memberikan akomodasi yang memadai bagi turis dengan harga yang murah dan pelayanan yang optimal. Melengkapi keberadaan gazibu di alun-alun Pacitan, pembangunan Stadion Pacitan sedang dikerjakan, hal ini agar olahraga bisa juga berkembang dengan baik.