Selamat Datang Di Kota Pacitan

MY BLOGS

Tampilkan postingan dengan label Wisata Rekreasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Rekreasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2009

pantai watu karung














pantai ini jarakya kurang lebih 25 km dari kota pacitan.
pantai ini terletak di desa pringkuku.
jika wisatawan beruntung maka dapat melihat penyu yng ter dapat di watu karung












Goa putri

Goa Putri (Putri Cave)
Goa Putri adalah goa yang di dalamnya terdapat panorama stalagtit dan stalagmit yang cukup indeh. Goa ini dinamakan sebagai Goa Putri karena di dalam Goa terdapat stalagtit dan stalakmit yang konon mempunyai bentuk yang mirip seorang putri dan juga ditemukan tempat peristirahatan yang ada di dalam goa milik seorang putri.
Goa Tabuhan terletak 23 Km sebelah barat Kota Pacitan di desa Soka kecamatan Punung Kabupaten Pacitan dan dapat dijangkau dengan menggunakan segala jenis kendaraan.
Fasilitas yang tersedia yaitu souvenir.

kolam renag anak

Kolam Renang Anak PDF Print


Kolam Renang Anak di Kabupaten Pacitan

Image Image Image


Image Image Image


Wisata koloam renang anak terdapat

di desa sidoharjo dusun teleng

jarak dari kota pacitan kira-kira 3 km

cocok bagi yang punya anak kecil yang belum bisa berenang.






Pemandian air hangat

Pemandian Air Hangat PDF Print

By admin, on 17-12-2008 07:41


ImagePemandian air panas ini menyimpan berbagai khasiat dan manfaat karena mengandung belerang, dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Terletak di Kecamatan Arjosari, kurang lebih 15 Km dari kota Pacitan. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4.

sidomulyo beach

pantai sidomulyo

wisata pantai sidomulyo terdapat di desa wawaran kecamatan sidomulyo

memiliki panorama yang indah.

jarak dari kota pacitan kira kira 6km

pacitanweb.com_sidomulyobeach

goa gong

goa gongGoa gong - alkisah waktu itu, Dusun Pule mengalami kemarau yang panjang, sehingga sulit untuk mencari air minum dan air untuk berbagai keperluan sehari-hari. Maka Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo mencoba mencari air ke dalam gua yang dianggapnya terlalu jauh dari rumah penduduk kurang lebih 400 meter. Dengan menggunakan alat penerangan tradisional berupa obor (daun kelapa kering yang diikat) hingga menghabiskan tujuh ikat, kedua kakek tersebut berhasil menelusuri lorong-lorong goa hingga menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya. Peristiwa tersebut terhitung 65 tahun yang lalu yang dihitung mundur dari tahun 1995.
Atas penemuan tersebut, pencarian berikutnya pun dilakukan, tepatnya pada hari Minggu Pon tanggal 5 Maret 1995, berangkatlah sejumlah rombongan yang berjumlah delapan orang untuk mengeksplore lebih jauh tentang keberadaan goa tersebut. Singkat cerita akhirnya rombongan tersebut berhasil menyusuri gua yang keindahannya bisa dirasakan sampai sekarang.
selayaknya kita melawat ke daerah Pacitan. Sebab di antara bukit-bukit gersangnya, ternyata tersimpan goa-goa eksotisme bawah tanah batuan gamping. Yang hanya akan meninggalkan jejak keindahan bagi mata yang pernah memandangnya.
Menyusuri jalan menuju daerah wisata ini sebenarnya sudah merupakan rekreasi tersendiri. Deretan bukit batuan gamping menghiasi sepanjang kiri-kanan jalan. Jalan yang berkelok indah di sisi pinggir bukit membuat lintasan paralel menyusur di antara kehijauan pohon jati. Angin segar menerpa, di atas aspal baru. Mengantarkan kaki menuju parkiran wisata goa Gong, di Kecamatan Punung, Pacitan Jawa Timur.
Panas tiba-tiba menyergap saat tubuh keluar dari kendaraan. Menyadarkan pikiran saya bahwa kini saya berada di salah satu daerah paling keras di Pulau Jawa. Keras karena batuan gamping meloloskan air sampai ke dasar-dasar liangnya hingga terasa sulit sekali bagi orang-orang di sana untuk mencari setetes air saja.
Perlahan, kaki melangkah menaiki tanjakan, menuju pintu goa. Di sepanjang perjalanan menuju mulut goa, deretan kios pedagang makanan masih tertutup rapat. Mungkin karena saya datang bukan saat akhir minggu, jadi deretan kios ini terlihat menutup diri saja. Lagipula, memang tak banyak pengunjung yang datang saat itu. Hanya terlihat sekelompok pria dewasa, yang sepertinya hanya ingin melewati rasa penasarannya saja untuk melihat isi perut bumi di daerah desa Bomo ini.

Tiba di mulut goa, langkah sempat terhenti oleh datangnya puluhan orang setempat yang menawarkan jasa. Ada yang menawarkan senter dan layanan pemandu bagi yang membutuhkan. Karena sudah membawa headlamp, saya membeli sebuah buku panduan seharga Rp 3.000 saja, dan memutuskan masuk lorong tanpa pemandu.

Memasuki lorong pertama di goa gong ini, sudah terasa keindahan mulai memijar. Deretan straw (ornamen berbentuk seperti sedotan) berebut memenuhi langit-langit goa. Sebuah ungkapan selamat datang yang mahaindah bagi yang mengerti. Karena deretan straw tersebut bisa berarti sinyal pemberitahuan, mengenai lebatnya ornamen lain di dalamnya.
Benar saja, setelah melewati lorong straw, langsung mata ini disergap oleh puluhan bahkan ratusan ornamen goa gong yang berbeda tiap bentuknya. Teramat banyak saya kira, lebih banyak dari sekumpulan ornamen goa gong yang pernah saya lihat di gua-gua lainnya di tanah Jawa ini. Semua penuh memadati lorong menurun goa gong, menghiasi tiap meter sisi tangga. Menjadi hiasan yang tak terukur nilainya, karena tiap ornamen bisa jadi berumur ratusan tahun lamanya.
Saking banyaknya ornamen yang ada di dalam goa gong tersebut, sampai sulit rasanya menyebutkan satu per satu di sini. Yang paling saya ingat mungkin sekumpulan gourdyn raksasa, yang dipenuhi bintik mutiara di dalamnya. Titik-titik kecil tersebut seperti ribuan kunang-kunang saja layaknya. Suasana goa gong yang temaram makin menambah eksotis ribuan titik mutiara itu. Memenuhi tiap jengkal mata memandang, dan bila memejamkan mata, rasanya masih tertinggal ribuan titik mutiara tersebut memenuhi benak kepala.

Degung Gong

Perjalanan masih terus memasuki lorong-lorong. Menembus di antara stalagmit dan stalagtit. Membentuk wis031tiang-tiang tinggi penyangga lorong, mengukuhkan keberadaan mereka di sana. Diselang-selingi dengan tirai tipis batuan, menimbulkan kekaguman saat mencoba mengetuknya. Terdengar suara berdengung, yang menggema di seantero lorong. Rupanya inilah sebab mengapa goa ini disebut Gong. Karena tiap kita memukul bagian ornamen di dalamnya, akan terdengar suara berdegung, mirip suara yang dihasilkan gong gamelan kesenian khas Jawa.

Hingga akhirnya saya keluar dari lorong-lorong berhawa panas tersebut, masih terasa sentuhan pada mata dan kuping ini. Menembus liang pemikiran dan berbayang terus, bahkan sampai es degan (kelapa) melewati kerongkongan. Baru tersadar bahwa keindahan goa tersebut benar-benar sebuah anugerah dari kuasa, yang diberikan untuk mempercantik kawasan keras gamping tersebut.
Ruang pertama, yaitu ruang Sendang Bidadari. Dalam ruangan ini terdapat sendang kecil dengan air yang dingin dan bersih. Di sebelahnya adalah ruang Bidadari, dimana menurut cerita diruangan kadang melintas bayangan seorang wanita yang cantik.

Ruang tiga dan empat adalah ruang kristal dan marmer, dimana dalam ruangan tersebut tersimpan batu kristal dan marmer di sisi-sisi atas dan samping gua dengan kualitas yang hampir sempurna. Memasuki ruang lima, adalah ruangan yang sedikit lapang. Di tempat ini pernah dijadikan konser musik empat negara, yaitu; Indonesia, Swiss, Inggris dan Perancis dalam kerangka mempromosikan keberadaan Goa Gong ke mancanegara.Ruang enam adalah ruang pertapaan dan terakhir ruang tujuh adalah batu gong. Adalah batu-batu yang apabila kita tabuh akan mengeluarkan suara seperti gong.

goa tabuhan

pacitanweb.com-goa-tabuhanGoa Tabuhan ini penuh dengan stalagtit dan stalagmit. Dinding goa seperti diukir oleh alam yang abstrak, tonjolan batu serta akar yang bergelantungan meneteskan air bening. Tetesan air ini, ketika diterpa cahaya akan menyerupai butiran mutiara dengan segala warna. Sungguh eksotik! Sejumlah ahli menyebut, proses pembentukan stalagtit dan stalagmit ini diduga berlangsung beratus tahun lalu. Terjadi lantaran reaksi kimia antara hujan dan mineral kapur.

Berkunjung ke goa ini, bisa melalui pacitan atau Gunungkidul, Yogyakarta. Akses jalan menuju tempat tesebut gampang dan mulus. Goa yang letaknya di Dukuh Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung, sekitar 25 kilometer arah barat kota Pacitan, bisa memberikan alternatif wisata. Khususnya bagi yang suka berpetualang. Di goa Tabuhan, setelah mendengarkan para musisi Jawa dan waranggana beraksi, biasanya wisatawan akan diantar menembus lorong goa sekitar 300 meter menggunakan lampu petromaks. Di kedalaman goa tersebut, lukisan alam dan tetesan air, ditambah suasana hening menjadikan nuansa menarik. Atau kalau tidak suka jalan, bisa duduk menikmati panorama goa.
Goa Tabuhan konon dikenal dengan nama Tapan. Mengapa? Menurut penduduk setempat, dahulu dipakai goa tabuhanuntuk bertapa. Bahkan dalam sejarah perjuangan, pahlawan Sentot Prawirodirjo salah satu pengikut setia Pangeraan diponegoro pernah bersembunyi dan bertapa di tempat tersebut, juga Pangeran Sambernyawa. Menurut keterangan, goa Tabuhan pertama kali ditemukan oleh kyai Sontiko. Kemudian dipopulerkan oleh Kertodirodjo, wedana Punung tahun 1936 sebagai goa Tabuhan, karena batu-batuan di dalamnya jika ditabuh menimbulkan ritme laras gamelan Jawa. Mungkin karena banyak cerita yang mengaitkan goa Tabuhan dengan perjuangan bangsa, maka goa tersebut banyak dijadikan kunjungan objek wisata kalangan militer. ”Ada nuansa patriotik jika kita masuk dalam goa ini” benarkah.??
untuk urusan sofenir jangan kawatir,di sekitar tempat ini, kini sudah ramai para penjual. Meski menurut mereka, goa ini hanya ramai pada saat hari libur saja. Sejumlah cinderamata yang bisa didapat di sekitar lokasi wisata, antara lain batu akik, meja batu marmer, jam dinding dari batu, patung kuda batu dan banyak perhiasan rumah tangga terbuat dari batu.

Klayar Beach

pantai klayar
pacitanweb.com-pantai klayarPantai Klayar pantai ini kaya dengan batu-batu besar, mirip Spinx yang lagi mengeram, putih, menadahkan diri menerima terpaan ombak. Di sini ada celah batu karang yang luar bisa besar, yang menjadi penahan terjangan ombak, membuat air itu tersaring dan menyiprat hebat, dengan hempasan sampai tujuh meter, dan bersuara keras, ibarat seluring yang ditiupkan dengan amarah. Semburan air yang melewati celah itulah yang dinamakan Serulign Laut oleh penduduk setempat. Pasir pantai ini putih, panjang dan bersih. Bahkan awan yang paling bersih pun malu dipersandingkan dengan pantai ini, apalagi saat busa-busa air menyapu garisnya, mirip salju yang pelan-pelan mencair. Jika menjelang sore, camar-camar yang pulang kandang, kalelawar yang mengepak, dan matahari yang mulai rebah, membuat pantai ini seperti hamparan karper basah. Dan jika anda bergerak, menaiki salah satu ujung batu, melempangkan tangan, menerima terpaan angin dan meluaskan pandangan, yakinlah, tak satu pun akan ada kata terucap, karena akal lumpuh, dan kita hanya tahu, di balik alam yang menakjubkan ini, tentu bergerak tangan yang luar biasa, yang menciptakannya
pacitanweb.com-klayar-beach


Srau Beach

pantai srau
srauPantai Srau terletak di Desa Candi Kecamatan Pringkuku, berjarak kurang lebih 25 Km arah Barat Pacitan. Pantai Srau mungkin obyek wisata yang tak boleh terlewatkan apabila kita berwisata ke kota Pacitan. Pantai Srau terkenal dengan pasir putihnya yang sangat indah. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke sana apalagi pada hari libur, banyak sekali wisatawan dalam negeri maupun luar negeri yang datang untuk melihat indahnya Pantai Srau ini. Kita dapat menuju ke obyek tersebut dengan mengendarai kendaraan umum seperti bus, truk, atau kendaraan beroda dua. Biaya masuk ke Pantai Srau cukup murah, cukup Rp 2.000,- per orang. Namun, kendala untuk mengembangkan potensi pantai ini sebagai objek wisata terutama terletak pada sarana dan prasarana yang mendukung kurang memadai. Jalan menuju Pantai Srau masih terlalu sempit dan medan berkelok - kelok menyulitkan kendaraan besar seperti bus dan truk. Bangunan pendukung seperti masjid, wc umum, dan bangunan penunjang lainnya kurang terawat dengan baik.

telengria beach

pantai teleng ria

Pantai Teleng ria is beautiful beach.memang pacitan merupakan kota yang kecil,namun keindahan pantai,goa,dan keindahan wisatanya sangat menawan.untuk itulah pacitan dijuluki 1001 goa karena memiliki goa yang indah dan banyak.

teleng ria

teleng ria

Pantai Teleng Ria adalah salah satu pantai yang menarik di Kota pacitan. Pantai ini memiliki panjang kurang lebih 5 kilometer dengan garis pantai menghadap ke selatan pulau jawa. Pantai teleng ria terkenal dengan pantainya yang berwarna putih bersih dan lembut. Disamping itu, teleng ria merupakan pantai yang terletak di kota pacitan sehingga memudahkan akses jika para wisatawan mau berkunjung ke pantai ini. Dibandingkan dengan pantai lain, kawasan pantai teleng ria menyediakan tempat menginap yang relatif murah dengan pelayanan maksimal namun tetap tenang. Kawasan pantai teleng ria merupakan alternatif bagi para turis lokal maupun mancanegara yang ingin menghindari nuansa hiruk pikuk seperti jakarta,surabaya atau bandung misalnya. Di area ini ketenangan dan kenyamanan adalah prioritas utama. Bagi yang suka menikmati suasana romantis dengan indahnya pasir putih yang membentang pantai ini adalah tempat yang sangat tepat.